Showing posts with label Keterangan. Show all posts
Showing posts with label Keterangan. Show all posts
Nama Raja-Raja Bali Sebelum & Sesudah Majapahit

Nama Raja-Raja Bali Sebelum & Sesudah Majapahit

Raja2 Bali sebelum Majapahit yang datangnya di dapat berdasarkan prasasti :
1. Çri Keçari Warmadēwa (Saka 835/913M)
2. Çri Ugrasēna (Saka 837-864/915-942M)
3. Agni Nripati (Saka 841-875/953-953 M)
4. Tabanēndra Warmadēwa (Saka 877-889/955-967 M)
5. Candrabhaya Singha Warmadēwa (Saka 878-896/956-974M) –> Pendiri Tirta Empul.
6. Jana Sadhu Warmadēwa (Saka 897/975M)
7. Gunapryadharmapatni-Dharmo
dayana Warmadēwa (Saka 910-933/998-1011M)
Memiliki tiga Putra :

a. Airlangga (Kemudian menjadi Raja Kahuripan/Sebelum disebut Kadiri)
b. Marakata
c. Anak Wungsu
8. Çri Adnya Dewi (Saka 933-938/1011-1016M)
9. Marakata Pangkaja Sthana Tunggadēwa (Saka 938-962/1016-1040M)
10. Anak Wungsu (Saka 971-999/1049-1077M)
11. Sakalendu Kirana (Saka 1020-1023/1088-1101M)
12. Suradipa (Saka 1037-1041/1115-1119M)
13. Jaya Çakti (Saka 1055-1072/1133-1150M)
14. Ragajaya (Saka 1077-1092/1155-1170M)
15. Jayapangus (Saka 1099-1103/1177-1181M)
16. Arjaya Deng Jayaketana (Tidak diketemukan tahunnya, namun dari cara penulisan dan isinya diperkirakan antara Jayapangus dengan Ekajayalancana)
17. Ekajayalancana (Saka 1122-1126/1200-1204M)
18. Adhikuntiketana (Saka 1126/1204M)
19. Masula Masuli
20. Pameswara Çri Hyangning Hyang Adhidewalancana (Saka 1182-1208/1260-1286M)
Serangan Prabhu Kerthanegara Raja Singhasari Saka 1208/1286M
Pemerintahan Bali di bawah Singhasari :
1. Kryan Demung Sasabungalan (Saka 1206/1284M)
2. Kebo Parud Makakasir (Saka 1206-1246/1284-1324M)
a. Kedatangan para Arya dan Rohaniwan Kerajaan Singhasari
b. Kedatangan Para Mpu Keturunan Sapta Rsi bersama Bhujangga
Runtuhnya Singhasari, Bali kembali Mandiri :
1. Bethara Çri Maha Guru (Saka 1246/1324M)
2. Çri Walajaya Krethaningrat (Saka 1250-1259/1328-1337M)
3. Asta Sura Ratna Bumi Banten (Saka 1259-1265/1337-1343M)
Serangan Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada, bersama masuknya para Arya :
1. Arya Damar (1343-1345M)
2. Arya Kenceng (1343-1345M)
3. Arya Gajahpara (1343-1345M)
Kemenangan akhirnya diperoleh walau pun dengan berbagai trik dan tipu muslihat sebab kalah sakti oleh orang Bali Aga dan Bali Mula.
Pemerintahan Bali oleh Raja yang ditunjuk oleh Majapahit dan masih berasal dari Bali :
1. Kyayi I Gusti Agung Pasek Gelgel (Saka 1265-1272/1343-1350M)
Pemerintahan Bali oleh Raja (Adipati/sekarang = Gubernur) yang ditunjuk oleh Majapahit dan masih berasal dari Jawa :
1. Çri Kresna Kapakisan / Adipati Samprangan (Saka 1272-1295/1350-1373M)
Kemudian karena Çri Kresna Kapakisan merasa tidak sanggup memerintah Bali, maka bermaksud ingin meletakkan jabatan dan melapor ke Kota Raja Majapahit.
Akhirnya Gajah Mada mengutus Arya Kepakisan sebagai Patih Agung untuk mendampingi Çri Kresna Kapakisan. Sebab Gajah Mada memahami bahwa rakyat Bali tetap tidak akan mau tunduk kepada Majapahit jika tidak dipimpin oleh bukan orang2 keturunan Bali. Arya Kepakisan adalah keturunan dari Prabu Airlangga (Raja Kahuripan) yang merupakan anak kandung dari Gunapryadharmapatni-Dharmodayana Warmadēwa.
2. Çri Agra Samprangan (Saka 1295/1373M)
3. Çri Smara Kapakisan (Saka 1302-1382/1380-1460M)
4. Dalem Watur Enggong (Saka 1382-1472/1460-1550M)
5. Dalem Bekung (Saka 1472-1502/1550-1580M)
6. Dalem Sagening (Saka 1502-1543/1580-1621M)
7. Dalem Di Made (Saka 1543-1573/1621-1651M)
8. Gusti Anglurah Ketut Karang (Saka 1572-1602/1650-1680M)
9. I Gusti Agung Maruti (Saka 1573-1599/1677-1651M)
10. I Dewa Agung Jambe (Saka 1599-1664/1722-1736M)
11. I Dewa Agung Di Made (Saka 1664-1742/1714-1792M)
12. I Dewa Agung Gde (Saka 1714-1759/1792-1837M)
13. I Dewa Agung Sakti (Saka 1759/1837M)
14. …..
15. ….
Dst… Hingga akhirnya masuknya Penjajahan Belanda
Ulasan lengkapnya lihat di catatan/note di akun saya berjudul “Puspa Harum Banoa Bangsul”.
Kembali ke topik.
Yang digunakan untuk mengklaim oleh orang yang mengaku Raja Majapahit yang berasal dari Mojokerto kemudian mengungsi di wilayah Bukit saat ini adalah mengaku dari keturunan Jayasabha. Jayasabha adalah saudara kandung dari Jayabhaya keturunan dari Prabu Airlangga. Namun saya sendiri pernah bertanya dengan maksud menggali informasi, ternyata mereka tidak bisa menunjukkan bukti silsilah (pengelintih) keturunan manakah yang menyebabkan dia ada. Kemudian, kalau tidak salah, yang mengaku Raja Bali Majapahit itu pun diangkat oleh Raja Majapahit yang dari Mojokerto tersebut. Selanjutnya tinggal teman2 simpulkan sendiri…
Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, saya semata2 mengangkat berdasarkan bukti prasasti berdasarkan sumber2 yang saya temukan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Salinan Lontar Sari Manik Tuluk Biyu Batur Kintamani
2. Narendra Dev. Pandit Shastri, Sejarah Bali Dwipa 26 Januari 1963
3. Anonim, rangkuman salinan berbagai Lontar Babad
4. Salinan Lontar Babad Mangwi Gedong Kirtya 1039
5. Salinan Lontar “Pamungkah Panamaskarang sakula Gotra Para Arya saking Jawi ikang tumedun ngiring Sira Çri Dalem Cili Kresna Kepakisan” katedunang saking Lontar Prasasti saking Puri Agung Semarapura Klungkung.
6. Sejarah Politik Bali dari abad X sampai dengan pendudukan Kolonial Belanda, oleh I Made Dwi Putra Sanjaya, S.Sos, MIB. 8 April 2003.

Sumber : http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/2011/05/15/nama-raja-raja-bali-sebelum-sesudah-majapahit/
Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

BAB I 
Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia
 
Lahirnya agama Islam yang dibawaoleh Rasulullah SAW, pada abad ke-7 M,
menimbulkan suatu tenaga penggerak yangluar biasa, yang pernah dialami oleh umat manusia. Islam merupakan gerakanraksasa yang telah berjalan sepanjang zaman dalam pertumbuhan danperkembangannya.Masuk danberkembangnya Islam ke Indonesia dipandang dari segi historis dan sosiologissangat kompleks dan terdapat banyak masalah, terutama tentang sejarahperkembangan awal Islam. Ada perbedaan antara pendapat lama dan pendapat baru.Pendapat lama sepakat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad ke-13 M dan pendapatbaru menyatakan bahwa Islam masuk pertama kali ke Indonesia pada abad ke-7 M.(A.Mustofa,Abdullah,1999: 23).
Namun yang pasti, hampir semua ahli sejarah menyatakan bahwa daerah Indonesia yang mula-mula dimasuki Islamadalah daerah Aceh.(Taufik Abdullah:1983)
Datangnya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai, dapat dilihat melalui jalur perdagangan, dakwah, perkawinan, ajaran tasawuf dan tarekat, serta jalurkesenian dan pendidikan, yang semuanya mendukung proses cepatnya Islam masukdan berkembang di Indonesia.
Kegiatan pendidikan Islam diAceh lahir, tumbuh dan berkembang bersamaan dengan berkembangnya Islam di Aceh.Konversi massal masyarakat kepada Islam pada masa perdagangan disebabkan olehIslam merupakan agama yang siap pakai, asosiasi Islam dengan kejayaan, kejayaanmiliter Islam, mengajarkan tulisan dan hapalan, kepandaian dalam penyembuhandan pengajaran tentang moral.(Musrifah,2005: 20).
Konversi massal masyarakatkepada Islam pada masa kerajaan Islam di Aceh tidak lepas dari pengaruhpenguasa kerajaan serta peran ulama dan pujangga. Aceh menjadi pusat pengkajianIslam sejak zaman Sultan Malik Az-Zahir berkuasa, dengan adanya sistempendidikan informal berupa halaqoh. Yang pada kelanjutannya menjadi sistempendidikan formal. Dalam konteks inilah, pemakalah akan membahas tentang pusatpengkajian Islam pada masa Kerajaan Islam dengan membatasi wilayah bahasan didaerah Aceh, dengan batasan masalah, pengertian pendidikan Islam, masuk danberkembangnya Islam di Aceh, dan pusat pengkajian Islam pada masa tiga kerajaanbesar Islam di Aceh.
Islam merupakan salah satua gama besar di dunia saatini. Agama ini lahir dan berkembang di Tanah Arab. Pendirinya adalah Nabi Muhammad SAW. Agama ini lahir salah satunyasebagai reaksi atas rendahnya moral manusia pada saat itu. Manusia pada saatitu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan kebodohan (jahiliah). Merekasudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya. Hal itumenyebabkan manusia berada pada titik terendah. Penyembahan berhala,pembunuhan, perzinahan, dan tindakan rendah lainnya merajalela.
Islam mulai disiarkan sekitartahun 612 di Mekkah. Karena penyebaran agama baru ini mendapat tantangan darilingkungannya, Muhammad kemudian pindah (hijrah) ke Madinah pada tahun 622.Dari sinilah Islam berkembang ke seluruh dunia.
Muhammad mendirikan wilayahkekuasaannya di Madinah. Pemerintahannya didasarkan pada pemerintahan Islam.Muhammad kemudian berusaha menyebarluaskan Islam dengan memperluas wilayahnya. Setelah Muhammad wafat pada tahun 632,proses menyebarluaskan Islam dilanjutkan oleh para kalifah yang ditunjuk Muhammad.
Sampai tahun 750, wilayah Islamtelah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Afrika Utara, Irak, Suriah, Persia,Mesir, Sisilia, Spanyol, Asia Kecil, Rusia, Afganistan, dan daerah-daerahdi Asia Tengah. Pada masa ini yang memerintah ialah Bani Umayyah dengan ibukota Damaskus.
Pada tahun 750, Bani Umayyahdikalahkan oleh Bani Abbasiyah yang kemudian memerintah sampai tahun 1258dengan ibu kota di Baghdad. Pada masa ini, tidak banyak dilakukan perluasanwilayah kekuasaan. Konsentrasi lebih pada pengembangan ilmu pengetahuan,kebudayaan, dan peradaban Islam. Baghdad menjadi pusat perdagangan, kebudayaandan ilmu pengetahuan.
Setelah pemerintahan BaniAbbasiyah, kekuasaan Islam terpecah. Perpecahan ini mengakibatkan banyakwilayah yang memisahkan diri. Akibatnya, penyebaran Islam dilakukan secaraperorangan. Agama ini dapat berkembang dengan cepat karena Islam mengaturhubungan manusia danRob_Nya.Islam disebarluaskan tanpa paksaan kepada setiap orang untuk memeluknya.
BAB II
PEMBAHASAN
1.          Proses Masuk Dan Berkembangnya Agama Islam Di Indonesia
Sejarahmencatatbahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dankebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnyabandarbandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut.Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yangdilakukan para mubaligh.
A.       Peranan Kaum Pedagang
Seperti halnya penyebaran agama Hindu-Buddha, kaum pedagang memegang perananpenting dalam proses penyebaran agama Islam, baik pedagang dari luar Indonesia maupun parapedagangIndonesia.
Para pedagang itu datang dan berdagangdi pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir. Malaka merupakan pusat transitpara pedagang. Di samping itu, bandar-bandar di sekitar Malaka seperti Perlakdan Samudra Pasai juga didatangi para pedagang.
Mereka tinggal di tempat-tempat tersebut dalam waktu yanglama, untuk menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu inilah, terjadipembauran antarpedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduksetempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat-istiadat, budaya bahkanagama. Bukan hanya melakukan perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melaluiperkawinan.
Di antara para pedagang tersebut, terdapat pedagang Arab,Persia, dan Gujarat yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya Islamkepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka, mulailah adapenduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Lama-kelamaan penganut agama Islammakin banyak. Bahkan kemudian berkembang perkampungan para pedagang Islam di daerah pesisir.
Penduduk setempat yang telah memeluk agama Islam kemudianmenyebarkan Islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak familinya.Akhirnya, Islam mulai berkembang dimasyarakatIndonesia. Di samping itu para pedagang dan pelayar tersebut juga ada yangmenikah dengan penduduk setempat sehingga lahirlah keluarga dan anak-anak yangIslam.
Hal ini berlangsung terus selama bertahun-tahun sehinggaakhirnya muncul sebuah komunitas Islam, yang setelah kuat akhirnya membentuksebuah pemerintahaan Islam. Dari situlah lahir kesultanan-kesultanan Islam diNusantara.
B.       Peranan Bandar-Bandar di Indonesia
Bandar merupakan tempat berlabuh kapal-kapal ataupersinggahan kapal-kapal dagang.Bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga digunakan sebagai tempattinggal parapengusaha perkapalan.Sebagai negara kepulauan yang terletak pada jalur perdagangan internasional,Indonesia memiliki banyak bandar. Bandar-bandar ini memiliki peranan dan artiyang penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia.
Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islammemperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduksetempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaranagama Islam keIndonesia. Kalau kita lihat letak geografis kota-kota pusat kerajaan yangbercorak Islam pada umunya terletak di pesisir-pesisir dan muara sungai.
Dalam perkembangannya, bandar-bandar tersebut umumnyatumbuh menjadi kota bahkan adayang menjadi kerajaan, seperti Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, SundaKelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, danTidore. Banyak pemimpin bandar yang memeluk agama Islam. Akibatnya, rakyatnyapun kemudian banyak memeluk agama Islam.
Peranan bandar-bandar sebagai pusat perdagangan dapatkita lihat jejaknya. Para pedagang di dalam kota mempunyai perkampungansendiri-sendiri yang penempatannya ditentukan atas persetujuan dari penguasakota tersebut, misalnya di Aceh, terdapat perkampungan orang Portugis, BenggaluCina, Gujarat, Arab, dan Pegu.
Begitu juga di Banten dan kota-kota pasar kerajaan lainnya.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kota-kota pada masa pertumbuhan danperkembangan Islam memiliki ciri-ciri yang hampir sama antara lain letaknya dipesisir, ada pasar, ada masjid, ada perkampungan, dan ada tempat para penguasa(sultan).
C.       Peranan Para Wali dan Ulama
Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Disamping sebagai pedagang, para pedagang Islam juga berperan sebagai mubaligh.Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya.Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangimasyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola inimemakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiridengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikanpesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.
Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan olehWalisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentudalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat dengan kalanganistana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorangnaik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan.
Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudiandiberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan walitersebut adalah seperti berikut.
(1) Sunan Gresik (MaulanaMalik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 danmenyiarkan Islam di sekitar Gresik.Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
(2) Sunan Ampel (RadenRahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakanperancang pembangunan Masjid Demak.
(3) Sunan Derajad(Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama disekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
(4) Sunan Bonang (MakdumIbrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang.Sunan yang sangat bijaksana.
(5) Sunan Kalijaga (RadenMas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah.Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan caramenyesuaikan dengan lingkungan setempat.
(6) Sunan Giri (RadenPaku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, danMaluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
(7) Sunan Kudus (JafarSodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan.Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
(8) Sunan Muria (RadenUmar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara danKudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.
(9) Sunan Gunung Jati(Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon.Seorang pemimpin berjiwa besar.
2.   Kapan dan dari mana Islam Masuk ke Indonesia
Sejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi,pedagang-pedagang dari India dan Cina sudah memiliki hubungan dagang denganpenduduk Indonesia. Namun demikian, kapan tepatnya Islam hadir di Nusantara?
Masuknya Islam ke Indonesia menimbulkan berbagaiteori. Meski terdapat beberapa pendapat mengenai kedatangan agama Islam diIndonesia, banyak ahli sejarah cenderung percaya bahwa masuknya Islam keIndonesia pada abad ke-7 berdasarkan Berita Cina zaman Dinasti Tang. Berita itumencatat bahwa pada abad ke-7, terdapat permukiman pedagang muslim dari Arab diDesa Baros, daerah pantai barat Sumatra Utara.
Abad ke-13 Masehi lebih menunjuk pada perkembangan Islambersamaan dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Pendapat iniberdasarkan catatanperjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak padatahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.
Bukti yang turut memperkuat pendapat ini ialahditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al-Saleh yangberangka tahun 1297.
Jika diurutkan dari barat ke timur, Islam pertama kalimasuk di Perlak, bagian utara Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letakPerlak, yaitu di daerah Selat Malaka, jalur laut perdagangan internasional daribarat ke timur. Berikutnya ialah Kerajaan Samudra Pasai.
Di Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawaditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yangwafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar,Gresik. Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah,salah satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makamMalik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822H atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan kuburIslam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makam-makam iniialah makam keluarga istana Majapahit.
Di Kalimantan,Islam masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama SultanSyarif Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang,Kalimantan Barat ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua padamakam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Jadi, Islam telah adasebelum abad ke-15 dan diperkirakan berasal dari Majapahit karena bentuk makambergaya Majapahit dan berangka tahun Jawa kuno. Di Kalimantan Timur, Islammasuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua orang penyiar agamadariMinangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggangparangan. DiKalimantan Selatan, Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan olehDayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari Demak. Di Kalimantan Tengah, buktikedatangan Islam ditemukanpada masjid Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.
Di Sulawesi,Islam masuk melalui raja dan masyarakat Gowa-Tallo. Hal masuknya Islam keSulawesi ini tercatat pada Lontara Bilang. Menurut catatan tersebut, rajapertama yang memeluk Islam ialah Kanjeng Matoaya, raja keempat dari Tallo yangmemeluk Islam pada tahun 1603. Adapun penyiar agama Islam di daerah ini berasal antara laindari Demak, Tuban, Gresik, Minangkabau, bahkan dari Campa. Di Maluku, Islam masuk melalui bagianutara, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Diperkirakan Islam di daerah inidisiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur, SyekhUmar, dan Syekh Yakub pada abad ke-8.
BAB III
SEJARAH MASUKNYA AGAMA ISLAM DI DAEARAH RIAU
A.         Kilas balik dari peninggalan zaman dahulu
Dalam membicarakan kedatangan islam ke Nusantara, kebanyakahli sejarah, terutama ahli sejarah, terutama ahli sejarah Barat, berpendapatbahwa kedatangannya terjadi dalam abad ke 13. pendapat mereka ini didasarkanbeberapa fakta sejarah yang ditemui di beberapa daerah, seperti batu nisan,catatan dan laporan. Berdasarkan catatan Cina, pada zaman Dinasti Yuan satu rombingandiplomatic Melayu datang ke istana Yuan pada 1281. Rombongan tersebut diketahuioleh dua orang Islam. Menurut Fatimi, kedua utusan itu datangnya dari Su-Mu(Samudera), bernama hasan dan Sulaiman. Mereka juga berpegang pada laporangMarco Polo, pengembara Venice yang singgah di Perlak dalam perjalanan pulangdari istana Kublai Khan pada 1992, Selain itu, terdapat beberapa buah batunisan raja-raja islam di Sumatera, di antaranya nisa Sultan Malik al Saleh,raja Islam Samudra Pasai yang pertama pada 1297.
Berdasarkan catatan-catatan, nisan-nisan dan laporan daribeberapa orang pengembara, mungkin sekali ahli sejarah Barat setuju bahwakedatangan islam ke Nusantara jauh sebelum abad ke-13. akan tetapi nyata sekalimereka ingin meniadakan peran-peran islam di Nusantara sebelum itu.
Dengan bukti-bukti tersebut, ahli sejarah tempatan, sepertiWan Hussin Abdul Kadir, Hamka, A. Hasymi, dan naguib Al-Attas, berpendapatbahwa kedatangan islam ken Nusantara bukan pada abad 13, 14 dan 15, tetapi jauhlebih awal, yaitu pertengangan abad ke-7. dalam seminar “Sejarah KedatanganIslam ke Indonesia telah berkesimpulan sebagai berikut. Bahwa menurut sumber-sumberyang kita ketahui, Islam untuk pertama kalinya telah masuk ke Indonesia padaabad pertama Hijriyah (abad ke-7 atau ke 8 M) dan langsung dari Arab.
Apabila dicermati, kesimpulan seminar 1963 di Meda, tidakmenegaskan dimana dan kapan kerajaan Islam itu berdiri di Aceh dan siaparajanya yang pertama. Sementara itu, seminar 1978 di Banda Aaeh, telahmenegaskan bahwa kerajaan-kerajaan Islam pertama adalah Perlak, Lamuri danPasei.
B.         Melaka
Pembahasan Islam di Melaka sengaja diketangha-tengahkan secarakhusus mengingat hubungan tidak terpisahkan degnan islamisasi setelahnya, yaituIslamisai daerah-daerah Melayu Johor dan RAGAiau. Sebagaimana diketahuiJohor-Riau adalah kesultanan yang muncul sebagai pelanjut dan pewaris tradisiMelaka. Menurut Sejarah Melayu, Islam di Melaka mulai tersebar setelah RajaKecil Besar memeluknya. Ia menerima Islam langsung dari nabi Muhammad sawmelalui mimpi, sebagaimana disebutkan.
Setelah beberapa lamanya baginda di atas kerajaan, makabaginda bermimpi pada satu mala, berpandangan dengan keelokkan hadirat nabiMuhammad Rasul ALLah Shalla Allah ‘alaihi wassalam. Maka sabda Rasul Allah padaraja Kecil Besar, “Ucap olehmu: Asyhadu al Lailaha illah Allah wa asyhadu annaMuhhammada Rasulullah”. Maka oleh Raja Kecil Besar seperti sabda Rasul Allahshalla Allah ‘alaihi wa sallam it diturutnya. Maka sabdaRasul Allah kepada Raja Kecil Besar, “Adapun namamu Sultan Muhammas Syah”.
C.         Islam Masuk ke Riau Daratan
Dalam kesempatan ini, pembahsan masuk islam ke Riau dibatasikepada beberapa daerah, yaitu: Kuntu-Kampar, Rokan, Kuantan, Indragiri, danTaqpung. Menurut Sejarah Riau, Kuntu-Kampar adalah daerah pertama-tamadi Riau Daratan yang berhubungan dengan ornag-orang Islam (pedagan). Hal inidimungkinkan karena sejak zaman bahari daerah ini telah berhubungan denganpedagang-pedagang asing dari negeri Cina, India, dan Arab-Persia. Hubungantersebut didasarkan oleh kepentingan perdagangan, karena daerah lembah sungaiKampar Kanan/ Kiri merupakan daerah penghasil lada terpenting di dunia dalamperiode 500-140 M. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalaudaerah Kuntu-Kamparyang mula-mula dimasuki agama Islam.
Meskipun islam telah masuk pada abad ke 7 atau 8 Masehi diRiau, namun penganut angama ini masih terbatas di lingkungan para pedagang danpenduduk kota di pesisir pantai tersebut. Hal ini disebabkan karena kuatnyapengaruh agama Budha yang merupakan agama Negara dalam kerajaan Sriwijaya waktuitu.
Dari Kuntu, Islam diperkirakan menyebar ke Rokan dalam tahun738/ 1349. saat mereka dating ke daerah ini, Rokan sudah memiliki kehidupanbermasyarakat yang teratur, dipimpin oleh seorang raja yang berkedudukansebagai primus interperes bernama Raja Said. Masuknya pelarian-pelarian Muslimdari Kuntu berhasil membawa pengikut-pengikut Raja Said memeluk Islam, danbahkan Raja Said sendiri akhirnya menjadi pengaut islam yang baik.
Di sampaing di atas, terdapat pula pendapaqt-pendapatlainnya, ada yang menyatakan Islam di Rokan berasal dari Lima Koto (Bangkinang,Kuok, Salo, Rumbio dan Air Tiris) yang terletak di tepi Sungai Kampar Kanan.
Adapula yang berpendapat bahwa islam yang masuk ke Rokandating dari Aceh (Kerajaan Samudera Pasei) pada abad ke 14. kerajaan Pasei inilah yang kemudian mensponsori berdirinya Kerajaan Rokan bernama Kerajaan Kuntodar al-Salam yang dalam perkembangannya sejajar dengan Kerajaan Aceh Daral-Salam. Akan tetapi, dalam abad ke 14 itu juga, Kunto Dar al-Salam diserangmajapahit. Baru pada abad ke 16, terutama melalui tokoh syekh Burhanuddin bukanhanya diintensifkan kembali. Syekh Burhanuddin bukan hanya sebagai mubalig,tetapi juga bertindak sebagai guru.
Dari Kuntu-Kampar dan Kunto Dar al-Salam, Islam menyebar keKuantan dan Indra giri. Di antara ulama yang berjasa menyebarkan islam kedaerah ini adalah syekh Burhanudin al-Kamil (Wafat 610/1214). Islamisasi yangdilakukan Syekh ini sampai ke Kuantan, terus ke hilirnya Muara SungaiIndragiri, seperti Sapat dan Prigiraja. Sumber lain menyebutkan masuknya Islamke Inderagiri melalui pantai barat sumatera, dibawa oleh seorang ulama bernamaSayed Ali al-Idrus. Jalur-Jalur yang dilaluinya adalah: dari hadramaut singgahdi Samudra Pasei, dan sampai dipantai barat Sumatera, tepatnya kota Air Bangis.Di daerah ini ia tinggal berapa lam adlam tugas mengembangkan agama Islam. Kemudian menujutimur dan sampai ke Kerajaan Siak, terus ke Pelalawan.
BAB IV
PENUTUP
A.         KESIMPULAN
Lahirnya agama Islam yang dibawaoleh Rasulullah SAW, pada abad ke-7 M, menimbulkan suatu tenaga penggerak yangluar biasa, yang pernah dialami oleh umat manusia. Islam merupakan gerakanraksasa yang telah berjalan sepanjang zaman dalam pertumbuhan danperkembangannya. Masuk danberkembangnya Islam ke Indonesia dipandang dari segi historis dan sosiologissangat kompleks dan terdapat banyak masalah, terutama tentang sejarahperkembangan awal Islam. Ada perbedaan antara pendapat lama dan pendapat baru.Pendapat lama sepakat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad ke-13 M dan pendapatbaru menyatakan bahwa Islam masuk pertama kali ke Indonesia pada abad ke-7 M.(A.Mustofa,Abdullah,1999: 23).
B.         SARAN
Makalah yang berjudul Masuknya Islam Ke Riau ini masih terdapat kekurangan disana sini, maka harapan kami kepada rekan mahasiswa pada umumnya untuk dapat memberikan masukan dan perbaikan, dan hendaknya makalah ini dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih menggali sejarah Islam di Riau.
DAFTAR PUSTAKA

http://contohskripsiku.com/pdf/makalah+sejarah+islam+di+riau/page/2

Sumber : http://copyduty.blogspot.com/2013/05/sejarah-masuknya-islam-ke-riau-secara_7350.html